Monday, February 23, 2015

Menjadi Bahagia

Kebahagiaan itu bukan Makanan, yang manusia harus makan untuk tetap hidup karena tanpa Bahagia pun manusia juga masih bisa tetap hidup.

Memaksa manusia lain bahagia atas apa yang kita lakuin itu sama seperti mencampurkan extra joss ke dalam susu formula untuk bayi sebagai pengganti ASI.
Memaksa manusia lain bahagia atas apa yang kita lakuin itu sama seperti mencampurkan Avtur ke dalam pertamax dengan harapan motor bisa lebih laju mirip pesawat Boeing.

Sebab Bahagia itu tidak bisa dipaksakan, Bahagia itu lahir dari pribad-pribadi yang sadar akan pentingnya menjadi bahagia...
Menjdi kaya itu penting tapi menjadi bahagia itu jauh lebih penting.

Karena Bahagia itu cukuplah Air Putih setelah sarapan
Karena Bahagia itu cukuplah usapan hangat di rambut sebelum berangkat sekolah

Bahagia adalah cara menjalani hidup bukan tujuan hidup.

Berbahagialah, Jangan sungkan-sungkan menyebarkan benih-benih kebahgiaan dalam taman-taman hatimu, dan bila suatu saat nanti benih nya terbang bersama serangga atau angin dan menjadi bunga kebahagiaan di taman hati manusia lain, maka saat itulah kehidupan menjadi lebih berarti karena benih kebahagiaan dari taman hatimu mampu hidup juga di taman hati manusia lain.

Berbahagialah seolah-olah anak kecil yang menari di bawah titik-titik air yang jatuh ke bumi sedangkan dia sendiri belum tau nama air itu hingga orang tua nya berucap bahwa itu disebut air hujan, Air Hujan yang suatu saat nanti disadari bisa menimbulkan banjir tanah longsor maupun bencana lain namun dala, hari-hari bocah, Hujan tetaplah hujan yang riang berirama dan kendati hujan telah berhenti namun sisa-sisa air nya masih tertinggal di ujung-ujung rambut bocah-boah penggila hujan.

Jika untuk menjalani hidup dengan bahagia harus menjadi Bocah, Maka akulah orang pertama yang menyanggupinya.. Jiwa Bocah Jiwa-Jiwa Kebahagiaan




source : my friend's wrote (firmanto)

No comments:

Post a Comment