Tuesday, May 26, 2015

sakit ini juga milik Lelaki

Lelaki, siapa bilang jiwamu tidak pernah terluka, tidak bisa merasakan sakit atau pilu, tidak pernah kecewa, tidak memiliki rasa iba, siapa bilang???

aku sendiri pernah banyak menorehkan luka di hatimu bahkan dengan selimut rubahku aku berubah menjadi objek yang menderita sedang engkau lebih terlihat kuat nya dan perkasa nya.
Aku malu, wahai Lelaki...


Ribuan kali kau pun pernah aku sakiti, ku buat kau menderita perasaan
merasa tidak cukup, terkadang aku bahkan tidak sedikitpun iba atas ratapanmu yang kau simpan dalam matamu, beraninya menyakiti penyemangat dan obat gembira bagi ibu-ibunya dan kebanggaan ayah-ayahnya...

Kau lebih banyak diam, entah mengakui atau mengalah untuk perempuan yang dipilih hatimu, bahkan terkadang setuju atas kemarahan Perempuanmu lalu kembali disalahkan, dikatakan tidak teguh pendirianmu, lelaki aku "MALU"

terkadang begitu berperasaan sehingga kata-kata yang keluar untuk kebaikannku justru seperti pedang yang menusukmu dari belakang, begitu dalam sakitmu yang dengan mudah hilang dengan kebahagiaan perempuanmu tetapi jika itu terjadi pada dirimu, aku wanita seperti mempunyai kamar-kamar dengan nama dendam yang berbeda-beda yang terus ku ingat agar dengan mudah aku menyakitimu lagi
itupun tidak pernah kuhitung sebagai dosaku

mungkin aku lah satu-satunya yang beruntung, beruntung pernah mendominasi dirimu atas keinginanku kemudian aku tangisi pilihanku sendiri lalu kembali menyalahkanmu, itupun berakhir dengan rasa sakit dihatimu, bahkan hal itu tidak pernah kau suarakan, seperti cara-caraku yang menyudutkanmu hingga kau menyerah, Kalah...
Kekalahanmu itu manis lelaki, bahkan ribuan gula-gula tidak mampu menandinginya
Kau memang tidak cerdas, itu sebabnya perempuan yang bodoh mampu memperdayai mu dengan sedikit cinta yang kau rasakan banyak. Begitupun tidak membuatmu dikasihani, jiwa mu yang kuat mampu membalikan keadaan tersebut

Ketika kau diamuk cinta kemudian ditinggalkan, dunia justru melihat itu sebagai salahmu
memang salahmu, sudah ku katakan bahwa kau tidak cerdas

Lelaki, apapun yang membebanimu, yang membuatmu sara, tetaplah menjadi lelaki
manakala kita telah menjadi satu nanti, bersabarlah sampai saat itu dengan kesabaran laki-laki, dengan ketenangan laki-laki, dengan jalan keluar laki-laki tetapi tetap dengan sudut pandang kita berdua....




Note : Untuk Seluruh laki-laki yang ada di dunia "kalian Hebat" terutama Lelaki ku.

Thursday, May 21, 2015

Aku tau rasanya

Jumat - 22/5/2015




Hari ini akhirnya datang juga,
hari dimana akhirnya kamu mengingkari janjimu, aku tidak sedang membicarakan tentang melupakan janji karena jika itu kutulis maka akan sangat banyak janji yang harus susah payah aku ingatkan, ini tentang janjimu yang kau lupakan lalu kau ingkari.

Rasanya lengkap sudah hari ini, ternyata begini rasanya ya sayang
semoga aku tidak pernah mengingkari janjiku, cukup melupakan saja kemudian bantu aku untuk mengingatnya kembali.

aku sangat ingin makan beberapa gula-gula dan donat coklat, rasanya pahit getir ini ingin cepat aku telan bersama beberapa makanan manis itu, kemudian aku buang lagi melalui eksresi, kupikir mungkin prosesnya akan sama yaitu membuang sisa metabolisme dan zat-zat yang tidak berguna.

Sudah Lupakan, aku ingin buang air besar sekarang
kau masih ingat kan apa artinya itu? "aku masih mencintaimu"



Note : tulisan ini ditulis ketika Mas panggih lupa punya janji ngajak via ke Dufan tapi malah mau ke bandung ikut acara vespa. at the end, mas panggih sabtu pagi ajak via ke dufan sampai besok paginya lagi
terimakasih mas panggih :)

Wednesday, May 20, 2015

Mimpi untuk Egi

"Jangan jadi orang yang biasa bermimpi, tapi jadilah orang yang terbiasa yakin dengan mimpinya"
karena keyakinan itu akan membawamu pada titik yang kau inginkan begitulah janji Tuhan, dan Tuhan tidak pernah mengingkari janji-Nya.


Tulisan ini terinspirasi dari teman sekolahku, Egi namanya. Dia datang membawa sejuta pertanyaan dan pernyataan tentang mimpi, mengatakan bawa dirinya tidak pernah bermimpi lalu melakukan segala sesuatu hanya dengan kerja kerasnya saja, kemudian mengatakan dengan ringannya bahwa dia sepenuhnya telah menyerahkan pada Tuhan?? apa yang diserahkan ?? apa lagi kalau bukan mimpi, sesuatu yang tidak terlihat, tidak tergambarkan tetapi dapat sangat dimengerti Tuhan, bukan kah begitu maksudmu?

aku hanya tersenyum kecil, ingin sekali meneriakan pada kuping nya yang lebar "benarkah tidak pernah bermimpi, lalu bagaimana dengan jaenab yang selalu kau impi-impikan?!!"

Merasa yakin akan kerja kerasnya tetapi mematahkan mimpinya sendiri, kemudian ketika tidak sampai pada tujuan nya dengan mudah mengatakan "Takdir"
Takdir apa yang sedang kau usahakan untuk jiwamu sendiri?

memang tidak ada pendapat yang salah, semua pendapat yang keluar dari pemikiran manusia pada hakikatnya adalah benar, begitupun pertanyaanmu yang kau buat rumit sendiri. kau benar Egi. ku putuskan mengatakan benar karena kulihat itu dari sudut pandangmu, akan tetapi jika kau mengatakan bahwasanya kau tidak bermimpi tetapi berhasrat saja maka kau harus lebih dulu tahu didalam hasrat selalu ada keinginan.

Keinginan adalah hasrat didalam mimpi, mimpi itu sendiri bukan kejadian yang kita alami didalam tidur saja tetapi juga ada angan-angan didalamnya. Itulah yang membedakan sipemimpi dan siPemimpi
oleh karena itu mulai sekarang aturlah mimpi mu, mimpi yg datang dari tuhan adalah "suratan" anggap saja begitu tapi mimpi yang kau buat adalah takdir yang kau setujui dengan dirimu sendiri, bagaimana?

pointnya adalah "jangan memandang segala sesuatu hanya dari satu sisi saja" karena semua hal bisa jadi punya banyak makna ketika pemikiranmu tidak sesempit celana dalammu yang baru, akan tetapi jika kau sendiri membatasi pemikiranmu itu maka kata Mimpi hanya akan jadi bunga tidur saja.

"bermimpilah yang besar karena mimpi besar hanya untuk orang-orang besar mimpi kecil hanya untuk orang orang kecil dan tidak mau bermimpi hanya untuk mereka si kerdil"
Mulai sekarang Tidurlah dengan kacamatamu Egi, agar mimpimu lebih tegas dan tujuanmu sampai tepat pada waktunya, yakinlah kemudian bahwa Tuhan tidak pernah terlambat.

Note : untuk egi-egi diseluruh Dunia tersenyumlah sekarang jiwamu...





Tentang Rasa


Aku seperti ditelanjangi dalam balutan benang tebal
iya, begitupun rasanya. Kamu tau bagaimana rasa hangat pada secangkir kopi ketika malam hari? begitu sadar akan sedikit nikotin didalamnya tetapi tetap tenggelam dalam aroma dan rasa nya, pahit dan manis tidak ingin berhenti tidak ingin puas, lagi... ahhh
atau segelas teh saat udara dingin? iya, entah menghangatkan atau mengenyangkan itupun sulit dipahami otak belahan kiriku, logikanya melebur entah berpindah kemana akupun tak peduli
tenggelam saja, sampai kapan??
sampai lelah. lalu berhenti??? Tidak !!! Tutup saja matamu lalu nikmati lagi
biarkan logika yang menemukanmu, membangunkanmu....

aku tenggelam entah berapa kali sampai aku mahir berenang didalamanya, tentu bersama dia dan bersamamu dan atas kuasamu, siapa lagi???

tapi mereka tau apa tentang rasa? mereka tau, tau rasa yang benar saja lalu dengan membawa jubah kebenarannya mengatakan ada rasa yang tidak benar?? tau apa mereka jika tidak pernah merasakan rasa!!!
kenapa ditutupi, jika yang memberikan rasa memberikannya kepadamu bahkan kepada semua orang?? dengan semua rasanya

hari ini aku hanya meneguk segelas air putih tetapi jika dengan membayangkan wajahmu dan hal-hal yang mungkin saja bisa kita lakukan, rasanya aku sedang menelan banyak rasa dalam satu gelas saja
dan tiap tegukan itu bisa jadi membuat orang lain ingin ikut merasakannya
rasa yang kuciptakan sendiri.

Nikmatilah rasamu sendiri, biar kau tau rasa karena rasa tidak tercipta terpisah-pisah mereka satu walaupun dua atau tiga atau empat sampai membentuk kata banyak.
aku tidak takut, kemarilah, nikmati aku agar aku mengerti akan rasamu...
(tulisan ini belum selesai)

Thursday, May 7, 2015

Tidak Sederhana


Sederhana ini bukan tentang seorang wanita muda yang berangkat kepesta dengan dua potong baju (bukan dress) atau sikap biasa dari individu ataupun kelompok manusia yang mengaku tidak ikut-ikutan dengan majunya Zaman dan Tekhnologi, tidak juga kebiasaan penjahat yang melakukan aksinya dengan tanpa penyesalan (siapa yang tahu), ini tentang pilihan benar atau salah yang sudah diputuskan oleh ratusan ribu orang sebelum kita.

mengapa jadi sesederhana itu?? 

jika semua hal yang terjadi adalah kehendak Tuhan, maka hal apa yang menjadikannya buruk? atau hal yang seperti apa yang menjadikannya baik?
tidak sesederhana itu

aku jadi mengingat kisah tentang seekor anjing yang ikut masuk surga karena kesukaannya mengikuti seorang ulama berdakwah, tidak sesederhana itu bukan??

kita sendiri tidak sesederhana katanya, kitapula tidak diciptakan dengan sederhana
hanya kalimat yang kita percayai itu yang mengurung jiwa tidak sederhana kita.

bagaimana mungkin sahabat rosulullah dikatakan hidupnya sederhana, sedangkan beliau hidup dengan ikhalas dan penuh syukur (asal Tuhan Cinta), hidupnya tidak sederhana tidak sesederhana itu.
beliau hanya hidup sederhana, tetapi hidupnya tidak sederhana.

bagaimana mungkin hidup dengan berkecukupan bisa dikatakan mewah sedang orang tersebut merasakan hal itu sejak lahir? hanya orang lain yang melihat dan menilai keadaan tersebut. tidak sesederhana itu.

kita tidak sederhana, tidak sesederhana itu.
sederhana itu cara bersyukur, bukan sesuatu yang dapat dilihat dan dinilai orang lain. tidak sesederhana itu.
akupun tidak memperlakukan diriku dengan sederhana, walaupun hidupku sederhana.
aku bermimpi dan mengejarnya untuk diriku
aku bekerja untuk memakmurkan diriku, aku berbahagia dan memutuskan apapun yang kuputuskan benar, aku menerima nasihat dan arahan yang menurutku baik saja sisanya hanya dengarkan.

Tuhan pun menciptakan aku sebagai satu-satunya diriku, betapa tidak sederhananya aku bukan? bagaimana dengan kalian?

aku selalu melakukan yang terbaik untuk diriku
bagaimana kalian?
aku selalu membahagiakan diriku
bagaimana dengan kalian?
aku selalu membuat diriku tersenyum bahagia walau kadang aku juga membuatnya terluka
bagaimana dengan kalian?
aku pernah patuh dan juga memberontak atas persetujuan diriku sendiri lalu tetap bertanggung jawab
bagaimana dengan kalian?
aku pernah sangat bersalah pada diriku lalu mengingkari janjiku pada diriku
bagaimana dengan kalian?
aku tidak pernah lupa mengucapkan terimakasih dan meminta maaf pada diriku sendiri
bagaimana dengan kalian?

tidak sesederhana itu,
ketika seorang maling merencanakan aksinya kemudia ia berhasil, itupun atas kehendak Tuhan
tidak sederhana bukan....
atau ketika perempuan paruh baya yang banyak memohon tetapi ia belum merasa doanya didengar, itupun tidak sesederhana pemikiran kita, bukan?
yang tidak berguna tidak mungkin tuhan ciptakan, hal baik hal buruk tidak sesederhana katanya.
banyak sekali yang ingin Tuhan ajarkan melalui hal yang kita simpulkan sendiri (baik-buruk), kita hanya butuh percaya, percaya bahwa Tuhan tidak pernah ingkar janji, percaya bahwa Tuhan tepat waktu....

Orang lain boleh jadi jahat, tetapi jiwaku jangan !

Bapak, Tuhan itu adil
entah bagaimana keseimbangan adil itu sulit di ceritakan hanya berujung syukur yang dapat menggambarkannya.
maka dari itu bersyukurlah....

jika bapak dengan mudah meneriakan ketidak adilan terhadap diri bapak, pernahkah bapak berfikir sudah berbuat tidak adil pada siapa saja?
tidak sadarkah bahwa Tuhan sedang mengajari bapak??
saya bahkan sering mencontek Pelajaran yang diberikan Tuhan kepada bapak secara diam-diam
kemudian lebih banyak bersyukur lagi.
betapa cintanya Tuhan kepada bapak, hanya bapak kurang menyadari keadaan tersebut, malang nya

kemarin 07-05-2015
hampir saja jahat itu ada pada diri saya, saya menyadari EGO ini lebih dominan ketimbang logika.
sebelum pulang seperti biasa saya membereskan meja kerja saya, memang ada beberapa gelas bekas pakai bapak yang dengan sengaja tidak ikut saya bereskan seperti biasa

gumam saya adalah "biar rasa", "bodo amat", "biarin ah dia aja jahat", "kebiasaan, ini udah sering kali"
lalu saya berlalu pulang, ajaib nya sepanjang jalan pulang saya selalu merasa bersalah "memang mengapa jika orang lain memilih untuk sedikit kejam, lalu mengapa kamu jadi ikut kejam". begitulah diri saya memarahi diri saya sendiri.

saya paling tahu, apa yang harus saya lakukan setelahnya

pagi harinya, hari ini 8-5-2015
sebelum saya menghidupkan computer, saya bergegas membereskan bekas gelas itu, kemudian bersyukur lagi "Tuhan, Terimakasih tidak kau biarkan saya menjadi seperti dia dan tidak memberikan aku kesempatan untuk memulai, memulai untuk egois, memulai untuk tidak baik"

karena yang paling berbahaya adalah memulai....
boleh jadi orang lain kejam, asal jangan buat orang lain kejam karena orang lain Tuhan, Terimakasih
Note : "belajarlah dari mana saja dan siapa saja, bukankah yang tidak berguna tidak mungkin Tuhan ciptakan. bersyukur dan berbahagialah sekarang, jiwaku.... ".