entah bagaimana keseimbangan adil itu sulit di ceritakan hanya berujung syukur yang dapat menggambarkannya.
maka dari itu bersyukurlah....
jika bapak dengan mudah meneriakan ketidak adilan terhadap diri bapak, pernahkah bapak berfikir sudah berbuat tidak adil pada siapa saja?
tidak sadarkah bahwa Tuhan sedang mengajari bapak??
saya bahkan sering mencontek Pelajaran yang diberikan Tuhan kepada bapak secara diam-diam
kemudian lebih banyak bersyukur lagi.
betapa cintanya Tuhan kepada bapak, hanya bapak kurang menyadari keadaan tersebut, malang nya
kemarin 07-05-2015
hampir saja jahat itu ada pada diri saya, saya menyadari EGO ini lebih dominan ketimbang logika.
sebelum pulang seperti biasa saya membereskan meja kerja saya, memang ada beberapa gelas bekas pakai bapak yang dengan sengaja tidak ikut saya bereskan seperti biasa
gumam saya adalah "biar rasa", "bodo amat", "biarin ah dia aja jahat", "kebiasaan, ini udah sering kali"
lalu saya berlalu pulang, ajaib nya sepanjang jalan pulang saya selalu merasa bersalah "memang mengapa jika orang lain memilih untuk sedikit kejam, lalu mengapa kamu jadi ikut kejam". begitulah diri saya memarahi diri saya sendiri.
saya paling tahu, apa yang harus saya lakukan setelahnya
pagi harinya, hari ini 8-5-2015
sebelum saya menghidupkan computer, saya bergegas membereskan bekas gelas itu, kemudian bersyukur lagi "Tuhan, Terimakasih tidak kau biarkan saya menjadi seperti dia dan tidak memberikan aku kesempatan untuk memulai, memulai untuk egois, memulai untuk tidak baik"
karena yang paling berbahaya adalah memulai....
boleh jadi orang lain kejam, asal jangan buat orang lain kejam karena orang lain Tuhan, TerimakasihNote : "belajarlah dari mana saja dan siapa saja, bukankah yang tidak berguna tidak mungkin Tuhan ciptakan. bersyukur dan berbahagialah sekarang, jiwaku.... ".
No comments:
Post a Comment