Aku seperti ditelanjangi dalam balutan benang tebal
iya, begitupun rasanya. Kamu tau bagaimana rasa hangat pada secangkir kopi ketika malam hari? begitu sadar akan sedikit nikotin didalamnya tetapi tetap tenggelam dalam aroma dan rasa nya, pahit dan manis tidak ingin berhenti tidak ingin puas, lagi...
atau segelas teh saat udara dingin? iya, entah menghangatkan atau mengenyangkan itupun sulit dipahami otak belahan kiriku, logikanya melebur entah berpindah kemana akupun tak peduli
tenggelam saja, sampai kapan??
sampai lelah. lalu berhenti??? Tidak !!! Tutup saja matamu lalu nikmati lagi
biarkan logika yang menemukanmu, membangunkanmu....
aku tenggelam entah berapa kali sampai aku mahir berenang didalamanya, tentu bersama dia dan bersamamu dan atas kuasamu, siapa lagi???
tapi mereka tau apa tentang rasa? mereka tau, tau rasa yang benar saja lalu dengan membawa jubah kebenarannya mengatakan ada rasa yang tidak benar?? tau apa mereka jika tidak pernah merasakan rasa!!!
kenapa ditutupi, jika yang memberikan rasa memberikannya kepadamu bahkan kepada semua orang?? dengan semua rasanya
hari ini aku hanya meneguk segelas air putih tetapi jika dengan membayangkan wajahmu dan hal-hal yang mungkin saja bisa kita lakukan, rasanya aku sedang menelan banyak rasa dalam satu gelas saja
dan tiap tegukan itu bisa jadi membuat orang lain ingin ikut merasakannya
rasa yang kuciptakan sendiri.
Nikmatilah rasamu sendiri, biar kau tau rasa karena rasa tidak tercipta terpisah-pisah mereka satu walaupun dua atau tiga atau empat sampai membentuk kata banyak.
aku tidak takut, kemarilah, nikmati aku agar aku mengerti akan rasamu...(tulisan ini belum selesai)

No comments:
Post a Comment