Sederhana ini bukan tentang seorang wanita muda yang berangkat kepesta dengan dua potong baju (bukan dress) atau sikap biasa dari individu ataupun kelompok manusia yang mengaku tidak ikut-ikutan dengan majunya Zaman dan Tekhnologi, tidak juga kebiasaan penjahat yang melakukan aksinya dengan tanpa penyesalan (siapa yang tahu), ini tentang pilihan benar atau salah yang sudah diputuskan oleh ratusan ribu orang sebelum kita.
mengapa jadi sesederhana itu??
jika semua hal yang terjadi adalah kehendak Tuhan, maka hal apa yang menjadikannya buruk? atau hal yang seperti apa yang menjadikannya baik?
tidak sesederhana itu
aku jadi mengingat kisah tentang seekor anjing yang ikut masuk surga karena kesukaannya mengikuti seorang ulama berdakwah, tidak sesederhana itu bukan??
kita sendiri tidak sesederhana katanya, kitapula tidak diciptakan dengan sederhana
hanya kalimat yang kita percayai itu yang mengurung jiwa tidak sederhana kita.
bagaimana mungkin sahabat rosulullah dikatakan hidupnya sederhana, sedangkan beliau hidup dengan ikhalas dan penuh syukur (asal Tuhan Cinta), hidupnya tidak sederhana tidak sesederhana itu.
beliau hanya hidup sederhana, tetapi hidupnya tidak sederhana.
beliau hanya hidup sederhana, tetapi hidupnya tidak sederhana.
bagaimana mungkin hidup dengan berkecukupan bisa dikatakan mewah sedang orang tersebut merasakan hal itu sejak lahir? hanya orang lain yang melihat dan menilai keadaan tersebut. tidak sesederhana itu.
kita tidak sederhana, tidak sesederhana itu.
sederhana itu cara bersyukur, bukan sesuatu yang dapat dilihat dan dinilai orang lain. tidak sesederhana itu.
akupun tidak memperlakukan diriku dengan sederhana, walaupun hidupku sederhana.
aku bermimpi dan mengejarnya untuk diriku
aku bermimpi dan mengejarnya untuk diriku
aku bekerja untuk memakmurkan diriku, aku berbahagia dan memutuskan apapun yang kuputuskan benar, aku menerima nasihat dan arahan yang menurutku baik saja sisanya hanya dengarkan.
Tuhan pun menciptakan aku sebagai satu-satunya diriku, betapa tidak sederhananya aku bukan? bagaimana dengan kalian?
aku selalu melakukan yang terbaik untuk diriku
bagaimana kalian?
aku selalu membahagiakan diriku
bagaimana dengan kalian?
aku selalu membuat diriku tersenyum bahagia walau kadang aku juga membuatnya terluka
bagaimana dengan kalian?
aku pernah patuh dan juga memberontak atas persetujuan diriku sendiri lalu tetap bertanggung jawab
bagaimana dengan kalian?
aku pernah sangat bersalah pada diriku lalu mengingkari janjiku pada diriku
bagaimana dengan kalian?
aku tidak pernah lupa mengucapkan terimakasih dan meminta maaf pada diriku sendiri
bagaimana dengan kalian?
tidak sesederhana itu,
ketika seorang maling merencanakan aksinya kemudia ia berhasil, itupun atas kehendak Tuhan
tidak sederhana bukan....
atau ketika perempuan paruh baya yang banyak memohon tetapi ia belum merasa doanya didengar, itupun tidak sesederhana pemikiran kita, bukan?
tidak sesederhana itu,
ketika seorang maling merencanakan aksinya kemudia ia berhasil, itupun atas kehendak Tuhan
tidak sederhana bukan....
atau ketika perempuan paruh baya yang banyak memohon tetapi ia belum merasa doanya didengar, itupun tidak sesederhana pemikiran kita, bukan?
yang tidak berguna tidak mungkin tuhan ciptakan, hal baik hal buruk tidak sesederhana katanya.banyak sekali yang ingin Tuhan ajarkan melalui hal yang kita simpulkan sendiri (baik-buruk), kita hanya butuh percaya, percaya bahwa Tuhan tidak pernah ingkar janji, percaya bahwa Tuhan tepat waktu....

No comments:
Post a Comment