Siang itu, aku duduk dimeja kelasku
sambil menyalin catatan pelajaran , jujur saja aku sangat malas mencatat sejak SD
walaupun menggerutu dalam hati "untuk apa mencatat padahal sudah ada buku nya" tetap saja untuk menggugurkan kewajibanku sebagai murid, ya aku kerjakan !!
salah seorang temanku dikelas menghampiriku
memanggil namaku dengan pelan dan hampir tidak terbuka mulutnya
Sovi.... soviiiiiiiiwalaupun tanpa melihat wajahnya, tetap kubalas sapaannya sambil serius menulis "hemm, kenapa" jawabku
Sovi, lagi apa? katanya, lebih pelan lagi dari sapaan tadinih, nyatet. ku jawab singkat sambil menulis. Kudengar dia tersenyum kecil sambil meledek
Masa sovi belum, katanya sambil menyeringis. menutupi senyumnya dengan tangannya sendirikali ini tidak aku tanggapi, aku tetap menulis. berlalu dari basa basi kecil tadi.
teman sekelasku itu belum beranjak dari bangku sebelahku, katanya lagi "sovi, aku pikir orang yang paling baik didunia ini ya aku"
Terus, sambungku..."aku salah" katanya, orang baik itu kamu sovi.
kali ini ia berjalan kembali kebangkunya, sambil menunduk seperti biasa, melipat tangannya diatas pahanya lalu menunduk entah melihat sepatunya sendiri atau mejanya, entahlah
sedari dua tahun lalu dia memang pendiam. dan memang aku lah satu-satunya teman sekelasnya yang paling sering membantu dia ketika dibully.
kali ini beberapa sifat wajib bully ini sedang ku pelajari
sebagai guru dikelas aku tidak ingin sama sekali salah seorang muridku mengidap kemungkinan itu
baik, kita lupakan tentang bullying
kali ini aku sudah tidak mengenakan seragamku lagi, masa-masa itu sudah lama berlalu
banyak sudah yang aku lewatkan termasuk diriku sendiri
banyak bertemu orang baru, mempelajari sifatnya begitulah hobiku belakangan ini
katanya, kita akan banyak dihadapkan dengan orang-orang yang memiliki sikap dan sifat yang ada pada diri kita sendiri... sebut saja si bunga.
hampir depresi aku, memecahkan teka-teki Tuhan. memang segala hal yang datang dari Tuhan akan rumit dipelajari, tetapi ketika kita mulai mengikuti alur-Nya terasa banyak pintu dengan segala macam jawabannya, satu pintu belum selesai dibuka tetapi pintu yang lain sudah terbuka dengan sendirinya hingga kita terkadang bingung dengan jawabannya bukan kepada masalahnya.
Tiba saatnya aku dipertemukan dengan seseorang yang kuanggap sosok lain dalam diriku, tetap diriku dari sifat egoku, emosionalku, emosiku, dan hal yang aku anggap buruk dalam diriku
Tuhan, rasanya aku tidak percayaLagi-lagi jawaban memang lebih indah di akhir perjalanan hidup setiap manusia, ketika perpisahan datang ia juga bersamaan dengan jawaban dari Tuhan yang bisa kau simpulkan sendiri
Seperti itu kah diriku yang lain dalam diriku sehingga Kau pertemukan aku dengannya????!!
Setiap kita akan banyak dihadapkan dengan banyak orang dengan banyak keunikan, kebiasaan dan keluarbiasaannya masing-masing, tidak melulu harus yang sependapat denganmu, yang setipe denganmu bahkan jauh daripada dirimu sendiri, itu semua Tuhan berikan karena Tuhan sangat menyayangimu.Begitulah, jawaban Tuhan yang berhasil kusimpulkan, sebagai hadiah untuk diriku atas teguhnya aku pada janji tuhan yang mengatakan bahwa "Tuhan Tidak Pernah Terlambat".
Mantra Tuhan tidak pernah terlambat selalu berhasil meyakinkanku bahwa setiap perkara, setiap ketidak adilan, setiap keputusasaan, setiap keletihan, setiap pengorbanan, tidak akan lepas dari peran Tuhan disegala bagiannya.
Kini aku merasa sedang berada dipertengahan surga diatas bumi.
Ini bukan tentang kemewahan Dunia, tetapi lebih kepada orang-orang yang mungkin Pantas berada disurga, pikirku.
Lagi-lagi aku datang pada Tuhan dengan pertanyaan "Mengapa" sekalipun itu adalah hal yang baik
ahhhh Tuhan....Mengapa aku dikelilingi dengan orang yang Luarbiasa?? Apa aku sebegitu Luar biasanya kah Tuhan?? Lagi, ku ulangi kalimat yang sudah ku ketahui jawabannya hehee, mungkin kelewat iseng atau tidak percaya diri.
Siapa bilang tidak ada kebaikan dijakarta??? siapa bilang tidak ada surga dijakarta????
aku sering mendengar dan mengetahui sendiri, banyak dari mereka yang merasa berkecukupan materi dan pendidikan akan jadi lupa diri kepada siapa-siapa saja selain dirinya sendiri.
Tidak begitu dengan orang-orang disekitarku ini, yang sedang dan selalu aku eluh-eluh kan.
Terimakasih Tuhan,Hanya itu yang dapat menggambarkannya, keramah tamahan yang ku dapat, saling membantu, rela mengulurkan tangan, selalu berfikir positive, beberapa orang yang keritis dan cerdas yang datangnya dari Logika si Otak telah kembali diredam oleh Rasa yang datangnya dari Hati.
Ohh .. Tuhan, Mereka Semua BerhatiBerhati yang berarti memiliki hati, begitu maksudku. terlalu bodoh untuk menyimpulkan kebaikan ini Tuhan. Tak sanggup lagi aku mengagumi itu, bahkan ketika aku ada didalamnya.
Tuhan, Aku pikir akulah yang terbaik....
(To be continued)
Menarik.. lanjutkan mom
ReplyDeleteAku suka "aku pikir akulah yang terbaik"
Keren mom
Thank you Mom 😘
Delete