Hilang - Tidak ada lagi, lenyap, tak terlihat, tidak dikenang lagi, tidak diingat lagi, tidak terdengar lagi...
manakala kata hilang menghilang dari katanya sendiri kemudian samar terdengar seperti perintah jangan putus asa dan coba lagi :)
Hilangku ini bukan seperti kehilangan ketika seseorang dengan tidak sengaja menekan tombol delete pada keybord computer, yang kemudian dengan perasaan lega bisa dikembalikan dengan bantuan control + Z (undo) dan membolak-baliknya dengan control + Y (redo).
Kehilangan ini seperti eksposisi pada sebuah paragraf yang bersifat memaparkan, menjelaskan dan menyampaikan informasi. Namun, pada kenyataan kehilangan itu setiap kita hanya terpaku megumpulkan puing-puing kenangan yang masih tersisa berharap puing tersebut bisa kembali utuh dan tetap hidup.
entah sejak kapan perasaan kehilangan itu merayap cepat bagai kumpulan semut hitam yang bersemangat melumati tumpahan madu di meja makan.
seolah hanya aku yang dikhususkan pada kehilangan ini tanpa harapan, begitulah hilang.
hilang dijalan yang kubuat sendiri, mencoba memutar otak dan mencari diri sendiri yang tersesat dan terseret entah sejauh apa hingga tak terdengar bahkan suara kecilnya.
itu aku, tenggelam dalam manisnya madu seperti semut-semut hitam itu. menyadari akan kematian tetapi tidak takut sama sekali, hampir tidak peduli.
aku sering berteriak pada diriku sendiri, "kemana diriku yang dulu??",
kemudian satu dari mereka menjawab "aku adalah pilihanmu, manakala kau memilih kemudian memutuskan maka aku akan menjadi aku yang baru"
sering kali aku terdiam karena bertengkar dengan banyaknya diriku yang lain, kemudian tertawa geli "sial, aku hampir gila dengan percakapan diriku pada diriku sendiri"
memang hilang, dasar Jalang
masih saja kau tersenyum dalam kehilangan, pikirku "lalu apa yang harus aku lakukan selain tersenym dan menikmati pilihanku sendiri"
bukankah itu artinya merdeka??
merdeka dalam sara yang pantas kau nikmati sendiri, begitu hujatan diriku pada diriku sendiri.
aku menggangguk, anggukan yang berarti setuju.
aku mengerti baik akan semua kehilangan ini, ketika hal mendasar itu muncul yakni segala sesuatu terjadi atas kehendak Tuhan, segala kehendak tuhan (bisa jadi baik, bisa jadi buruk) bagi manusia.
tetapi percayalah jalang, Tuhanmu paling benar. karena penialaiannya tidak sesederhana hitungan matematika, juga tidak seperti cara pandang manusia.
manakala pilihanmu jatuh ditempat yang tak semestinya, percayalah Tuhanmu selalu ada.
seperti kehilangan pada umumnya "Jangan Putus Asa" dan jadilah hal yang baru lagi setelahnya tetapi jangan pernah sembunyikan dirimu yang sebenarnya....
karena bisa jadi anganmu yang jalang tidak selamanya berbuah jalang.


No comments:
Post a Comment